Tutorial Program Sequential Search dengan Bahasa C
Suryana
TUTORIAL PROGRAM SEQUENTIAL SEARCH
Pembahasan Program
Sequential
Search disebut juga sebagai metode pencarian urut adalah metode pencarian yang
paling mudah. Bayangkan saja jika anda dihadapkan pada sebuah rak buku, dan
anda diberi tugas untuk mencari sebuah buku dari rak tersebut. Sudah tentu anda
akan mulai mencarinya satu – persatu entah itu dari atas atau dari bawah sampai
buku yang dimaksud ketemu.
Singkatnya sequential search
memiliki proses sebagai berikut:
·
Tentukan banyaknya data yang akan di olah,
missal banyak data adalah N.
·
Tentukan data apa yang akan dicari, missal data
yang akan dicari adalah C.
·
Deklarasikan sebuah counter untuk menghitung
banyak data yang ditemukan, missal counternya adalah K.
·
Inisialisasikan K = 0
·
Lakukanlah perulangan sebanyak N kali
·
Dalam tiap proses perulangan tersebut periksalah
apakah data yang sedang diolah sama dengan data yang dicari.
·
Jika ternyata sama K=K+1
·
Jika tidak, lanjutkan proses perulangan .
·
Setelah proses perulangan berhenti, periksalah
nilai K.
·
Jika nilai K lebih dari 0, artinya data yang
dicari ada dalam data /array dan tampilkan nilai K ke layer sebagai jumlah data
yang ditemukan.
·
Jika nilai K=0, artinya data yang dicari tidak
ditemukan dalam data / array dan tampilkan ke layar bahwa data tidak ditemukan
·
Proses selesai.
Listing Program
#include<stdio.h>
int main() {
// Deklarasi variabel yang digunakan
int A[10], index[10], i, j, k;
// Proses penginputan data ke dalam
array
for(i=0;i<10;i++) {
printf("Data ke- %d:",i+1);
scanf("%d", &A[i]);
}
// Memasukkan data yang akan dicari
printf("Masukkan Data yang anda
cari : ");
scanf("%d",&k);
// Proses Pencarian data
j=0;
for(i=0;i<10;i++) {
if(A[i]==k) {
index[j]=i;
j++;
}
}
// Jika data ditemukan dalam array
if(j>0) {
printf("Data %d yang dicari ada %d
buah\n", k, j);
printf("Data tersebut terdapat
dalam index ke : ");
for(i=0;i<j;i++) {
printf("%d ", index[i]+1);
}
printf("\n");
}
// Jika data tidak ditemukan dalam array
else {
printf("Data tidak ditemukan dalam
array\n");
}
return 0;
}
Output Program jika Data ditemukan
Output Program jika Data tidak ditemukan
Gambaran Kerja Program
Pada
program diatas jumlah data yang akan diolah berjumlah 10 data dan disimpan
kedalam array A[10] yang bejenis integer, array index[10] digunakan untuk
mencatat index pada array A dimana data ditemukan daya tampung array sama
dengan array A karena ada kemungkinan data yang akan dicari adalah semua data
yang ada dalam array A. sedangkan variable I digunakan sebagai counter dalam
proses perulangan, variable j digunakan sebagai counter untuk menghitung jumlah
data yang ditemukan dan variable k digunakan untuk menyimpan data yang akan
dicari.
Proses pertama adalah memasukkan data-data yang akan
diolah ke dalam array A dan data yang akan dicari ke dalam variable K. setelah
itu akan dilakukan perulangan sebanyak data yang ada dalam array A untuk mencari
apakah ada data dalam variable K didalam array A, jika ada maka counter j akan
mencatat jumlahnya dan array index akan mencatat pada index ke berapa data
tersebut ditemukan. Setelah proses perulangan selesai, tampilkanlah hasil yang
terdapat pada variable j dan array index ke layar.
November 08, 2017
Tutorial
Input dan Output pada C++
Suryana
Cin
Dalam C++, perintah cin
digunakan untuk menginput suatu nilai dari suatu piranti masukan (keyboard)
untuk selanjutnya diproses oleh program.
Sintaknya adalah:
cin >> variabel;
contohnya:
cout << “Masukkan
suatu bilangan : ”;
cin
>> bil;
cout
<< “Anda memasukkan bilangan “ << bil “\n”;
getch()
Perintah getch() berfungsi sama
seperti cin (perintah input), akan tetapi getch() khusus untuk input berupa karakter. Disamping itu getch() dapat membaca
input berupa spasi atau tab, sedangkan cin tidak bisa.
Sintaksnya:
Variabel = getch();
Fungsi ini juga dapat
digunakan apabila tidak diinginkan penekanan ENTER ketika input data karakter.
getche()
Perintah getche() kegunaannya sama
dengan getch(), bedanya adalah:
- getch() tidak menampilkan
karakter yang diiinput
- getche() menampilkan
karakter yang diinput
fungsi getch() dan getche() sama-sama
membutuhkan file header conio.h.
Berikut ini contoh
penggunaan getch() dan getche() :
char karakter;
cout
<< “masukkan sebuah karakter : “;
karakter
= getch();
cout
<< “Anda mengetik karakter : ” << karakter;
cout
<< “masukkan sebuah karakter : “;
karakter
= getche();
cout
<< “Anda mengetik karakter : ” << karakter;
cout
Dalam c++, perintah cout digunakan
untuk menampilkan suatu informasi ke
piranti output (layar).
Contoh-contoh penggunaannya telah banyak diberikan di
bab-bab sebelumnya.
Berikut ini perintah-perintah tambahan untuk mengatur
tampilan output.
- endl
Perintah ini berfungsi sama dengan \n (ganti baris)
Contoh:
cout
<< “Hallo” << endl;
- setw()
Perintah ini digunakan untuk mengatur lebar tampilan data
(rata kanan).
Contoh:
A = 123;
B
= 98;
C
= 1;
cout
<< “Nilai A = “ << setw(6) << A << endl;
cout
<< “Nilai B = “ << setw(6) << B << endl;
cout
<< “Nilai C = “ << setw(6) << C << endl;
Bandingkan bila tanpa menggunakan setw().
- setfill()
Perintah setfill digunakan untuk menambahkan suatu
karakter tertentu pada field yang kosong pada suatu data. Perhatikan contoh
berikut ini
A = 123;
B
= 98;
cout<<“Nilai A = “<< setw(6) << setfill(‘*’) << A << endl;
cout<<“Nilai B = “<< setw(6) << setfill(‘.’) << B << endl;
Perintah setfill() biasanya digunakan setelah
penggunaan setw().
November 08, 2017
Artikel
Operator dan Statement pada Bahasa Pemrograman
Suryana
Pengantar Operator
Operator merupakan simbol
yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan suatu operasi atau
manipulasi, misalnya untuk:
- menjumlahkan dua nilai
- memberikan nilai ke
suatu variabel (assignment)
- membandingkan kesamaan
dua nilai.
Operator Aritmatika
Operator ini digunakan
untuk perhitungan dasar aritmatika. Operator ini antara lain :
|
Operator
|
Keterangan
|
Contoh
|
|
*
|
Perkalian
|
2*3
|
|
/
|
Pembagian
|
7/2
|
|
%
|
Modulo
|
7%2
|
|
+
|
Penjumlahan
|
5+4
|
|
-
|
Pengurangan
|
5-4
|
Tingkat Presedensi Operator Aritmatika
Operator yang mempunyai
prioritas tinggi akan diutamakan dalam hal pengerjaan dibandingkan dengan
operator yang memiliki prioritas lebih rendah. Berikut ini tingkat presedensi
operator aritmatika (semakin ke bawah prioritas makin rendah):
- (operator unary negatif)
* / %
+ -
Assignment
Assignment merupakan
proses pemberian nilai pada suatu variabel. Berikut ini contoh-contohnya:
a = 1;
a = 2 +
b;
a = 2 +
(b = 1);
Contoh no. 3 di atas
prosesnya adalah mula-mula b diberi nilai 1, kemudian variabel a diisi dengan
nilai penjumlahan 2 dan 1.
a = b = c
= d = e = 1;
Contoh tersebut identik
dengan:
e = 1;
d = e;
c = d;
b = c;
a = b;
Operator Increment dan Decrement
Bahasa C++ menyediakan
operator yang disebut increment dan decrement. Operator ini digunakan untuk
menaikkan atau menurunkan nilai suatu variabel sebesar 1.
|
Operator
|
Keterangan
|
|
++
|
Operator increment
|
|
--
|
Operator decrement
|
Penempatan operator
tersebut dapat di awal variabel atau di belakangnya.
Contoh:
x = x + 1;
y
= y – 1;
dapat ditulis
++x;
--y;
atau
x++;
y--;
Secara sekilas tak ada
perbedaan antara ++x dan x++ atau --y dan y—
Perhatikan contoh berikut
ini:
r = 10;
s
= 10 + r++;
cout
<< “Nilai r = ”<< r << “\n”;
cout
<< “Nilai s = ”<< s << “\n”;
bandingkan dengan
r = 10;
s
= 10 + ++r;
cout
<< “Nilai r = ”<< r << “\n”;
cout
<< “Nilai s = ”<< s << “\n”;
Operator Majemuk
C++ menyediakan operator
yang dimaksudkan untuk memendekkan penulisan operasi assignment, misalnya:
x = x + 2;
y
= y * 4;
z
= z / 5;
w
= w – 8;
dapat ditulis
x += 2;
y
*= 4;
z
/= 5;
w
-= 8;
Operator Relasional
Operator ini digunakan
untuk membandingkan dua buah nilai. Berikut ini macam-macam operator yang
termasuk jenis ini.
|
Operator
|
Keterangan
|
|
==
|
Sama dengan (bukan assignment)
|
|
!=
|
Tidak sama dengan
|
|
>
|
Lebih besar
|
|
<
|
Lebih kecil
|
|
>=
|
Lebih besar atau sama dengan
|
|
<=
|
Lebih kecil atau sama dengan
|
Hasil operasi relasi ini
dihasilkan nilai benar atau salah.
Contoh:
nilai1 = 3 > 2;
nilai2
= 15 == 16;
cout
<< “Nilai1 = ”<< nilai1 << “\n”;
cout
<< “Nilai2 = ”<< nilai2 << “\n”;
Hasil program di atas
akan menampilkan nilai1 adalah 1 (benar) dan nilai2 adalah 0 (salah).
Operator Logika
Operator ini digunakan
untuk menghubungkan 2 atau lebih statement. Biasanya statement yang dihubungkan
merupakan operasi relasional. Operator logika juga menghasilkan nilai logika
benar atau salah. Macam-macamnya adalah:
|
Operator
|
Keterangan
|
|
&&
|
AND
|
|
||
|
OR
|
|
!
|
NOT (negasi)
|
Contoh:
nilai1 = (3 > 2)
&& (4 < 10);
nilai2
= !(15 == 15);
cout
<< “Nilai1 = ”<< nilai1 << “\n”;
cout
<< “Nilai2 = ”<< nilai2 << “\n”;
Setelah di run,
dihasilkan nilai1 adalah 1 (benar) dan nilai2 adalah 0 (salah)
Fungsi-fungsi Matematika
C++ menyediakan beberapa
fungsi khusus untuk perhitungan matematika. Fungsi-fungsi ini memerlukan file
header math.h
|
Fungsi
|
Keterangan
|
|
abs(x)
|
Mencari nilai mutlak
|
|
cos(x), sin(x), tan(x)
|
Mencari nilai cos, sin, tan (x dalam radian)
|
|
exp(x)
|
Mencari nilai e^x
|
|
log(x)
|
Mencari nilai log
|
|
pow(x,y)
|
Mencari nilai x^y
|
|
sqrt(x)
|
Mencari nilai akar kuadrat dari x
|
November 08, 2017
Artikel
Variabel pada Bahasa Pemrograman C/C++
Suryana
VARIABEL
Variabel
adalah sebuah identifier yang mempunyai
nilai dinamis. Arti kata “dinamis” disini bermaksud bahwa nilai variabel
tersebut dapat kita ubah sesuai kebutuhan dalam program. Berikut ini adalah
bentuk umum pendeklarasian sebuah variabel dalam C++.
Tipe_data nama_variabel;
Contoh :
int A;
Pada contoh diatas, kita
mendeklarasikan sebuah variabel bertipe int dengan nama A. Melalui cara seperti ini, variabel tersebut sudah
dapat digunakan untuk menampung nilai nilai berupa bilangan bulat.
Apabila
kita akan mendeklarasikan beberapa variabel yang bertipe sama, maka kita dapat
menyingkat penulisannya dengan menggunakan bentuk umum dibawah ini.
Tipe_data nama_variabel1, nama_variabel2,
nama_variabel3;
Contoh :
int A, B, C;
Kali ini, kita mendeklarasikan
tiga buah variabel bertipe int, yaitu A, B, dan C.
INISIALISASI VARIABEL
Dalam
konteks ini, inisialisasi dapat didefinisikan sebagai proses pengisian nilai
awal/default ke dalam suatu variabel. Dalam C++, pengisian nilai dilakukan
dengan menggunakan operator assignment (=).
Bentuk umum yang
digunakan untuk melakukan inisialisasi variabel adalah sebagai berikut :
tipe_data nama_variabel = nilai_awal;
atau
tipe_data nama_variabel1 = nilai_awal1, nama_variabel2
= nilai_awal2, …;
Contoh :
int A = 9;
Pada
contoh diatas, kita melakukan inisialisasi terhadap variabel A dengan nilai 9.
Apabila kita ingin melakukan inisialisasi terhadap lebih dari satu variabel.
Maka sintaksnya dapat diubah menjadi seperti berikut :
int A=10, B=15, C=25;
Dengan
cara seperti ini, variabel A diisi nilai awal 10, B diisi nilai awal 15, dan C
dengan nilai 25. Inisialisasi nilai tidak harus dilakukan untuk semua variabel
yang ada, seperti yang ditunjukan oleh kode berikut :
int A, B=15, C;
Kali
ini hanya variabel B yang diisi nilai awal.
Untuk
lebih memahami konsep inisialisasi variabel, coba anda perhatikan terlebih
dahulu contoh program dibawah ini.
Hasil
yang diberikan program diatas adalah sebagai berikut :
Nilai X
sebelum assignment : 0
Nilai X setelah
assignment : 10
Pada
hasil diatas tampak bahwa apabila kita tidak melakukan inisialisasi dan kita
sudah memanggil variabel tersebut, maka nilai yang akan ditampilkan adalah
nilai 0. Brikut ini contoh program yang sudah ditambahkan proses inisialisasi
terhadap variabel X.
Kali
ini, hasil yang diberikan oleh program di atas adalah sebagai berikut :
Nilai X
sebelum assignment : 5
Nilai X
setelah assignment : 10
November 06, 2017
Artikel
Langganan:
Postingan
(
Atom
)







